Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.
Dengan kata yang tak sempat diucapkan.
Karena api kayupun menjadi abu.
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana.
Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan.
Karena hujan awanpun menjadi tiada.
Dalam diriku mengalir sungai panjang,,
Darah namanya.
Dalam diriku menggenang telaga darah,,
Sukma namaya.
Dalam diriku meriak gelombang ‘sukma’,,
Hidup namanya.
Dan karena hidup itu indah,,aku menangis sepuas – puasnya..

0 komentar:
Posting Komentar